Adu Konsep Estetika dan Fungsi, Mahasiswa Arsitektur Uniyap Hadapi Sidang Skripsi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

(JAYAPURA) – Ruang sidang Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Sains, dan Teknologi Universitas Yapis Papua (Uniyap) mendadak berubah menjadi galeri karya seni dan teknologi. Pada Jum’at 17/26, para mahasiswa tingkat akhir saling beradu argumen, memadukan konsep estetika visual dan fungsi struktural saat menghadapi Sidang Ujian Skripsi (Tugas Akhir) periode Genap/ 2025-2026.

Berbeda dengan sidang skripsi teoritis pada umumnya, suasana ujian di prodi Arsitektur Uniyap kali ini dipenuhi dengan deretan maket fisik tiga dimensi, lembar portofolio desain (bestek), hingga tampilan layar yang memproyeksikan visualisasi render 3D animasi. Setiap peserta diberikan waktu untuk mempresentasikan konsep rancangan bangunan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman dan fungsional untuk diterapkan.

Kreativitas mahasiswa terlihat dari keberagaman objek rancangan yang diuji. Mulai dari desain pusat kebudayaan dengan pendekatan arsitektur vernakular Papua, bangunan komersial berbasis arsitektur hijau (green building), hingga penataan kawasan urban terintegrasi di Jayapura. Para mahasiswa ditantang oleh dewan penguji untuk mempertahankan analisis tapak, sirkulasi, sistem struktur, hingga utilitas bangunan mereka.

Sidang skripsi yang berlangsung dinamis ini menjadi gerbang terakhir bagi mahasiswa Arsitektur Uniyap sebelum menyandang gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars). Dengan bekal penguasaan estetika dan fungsi yang matang, para lulusan baru ini diharapkan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan penataan ruang yang berkelanjutan, khususnya di tanah Papua.