
JAYAPURA – Universitas Yapis Papua (Uniyap) menerima kunjungan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., pada Sabtu (10/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Saintek tampil sebagai pembicara utama Kuliah Tamu bertema “Peran Sains Modern dalam Menjawab Tantangan Krisis Iklim” yang digelar di aula Universitas Yapis Papua.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai program studi, serta dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Uniyap. Aula yang telah disiapkan sejak pagi tampak dipenuhi peserta yang ingin mendengar langsung paparan dari pejabat tinggi kementerian tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Yapis Papua menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesediaan Dirjen Saintek hadir di kampus Uniyap. Menurutnya, kehadiran Prof. Ahmad Najib Burhani menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Papua.
Dalam paparannya, Prof. Ahmad Najib Burhani menguraikan bagaimana sains modern berperan penting dalam memahami, memitigasi, dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Ia menekankan bahwa krisis iklim bukan lagi isu yang jauh, melainkan tantangan nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah Papua yang kaya akan hutan tropis, keanekaragaman hayati, dan wilayah pesisir.
Dirjen Saintek juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan sains sebagai budaya dan cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perguruan tinggi di Papua memiliki posisi strategis untuk menghadirkan riset dan inovasi berbasis kearifan lokal yang mampu menjawab persoalan lingkungan di daerah. Ia turut memperkenalkan sejumlah program Ditjen Saintek Kemdiktisaintek yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa dalam penguatan ekosistem sains dan teknologi.
Sesi kuliah tamu berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih jauh peran generasi muda dalam menghadapi krisis iklim, peluang riset di bidang lingkungan, hingga dukungan pemerintah bagi pengembangan sains di kawasan timur Indonesia.
Usai memberikan kuliah tamu, Prof. Ahmad Najib Burhani berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan Universitas Yapis Papua dan Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) di Tanah Papua. Didampingi pimpinan universitas dan pengurus yayasan, Dirjen Saintek melihat langsung sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik, mulai dari gedung perkuliahan hingga fasilitas pendukung lainnya. Peninjauan ini menjadi kesempatan bagi Uniyap dan YAPIS di Tanah Papua untuk memperkenalkan perkembangan kampus serta komitmen yayasan dalam memajukan pendidikan tinggi di Papua.

Melalui kegiatan ini, Universitas Yapis Papua berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih erat dengan Kemdiktisaintek, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi wujud komitmen Uniyap untuk menghadirkan wawasan keilmuan terkini bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.
(Humas Uniyap)



